Galacita: Jejak Literasi Bulanan di SMAN 1 Cikampek
Jumat
pagi di SMAN 1 Cikampek selalu menghadirkan suasana berbeda dari biasanya.
Lapangan sekolah yang biasanya dipenuhi derap langkah siswa menuju kelas, pada
hari itu berubah menjadi ruang literasi bersama. Ratusan siswa duduk rapi
dengan buku bacaan di tangan mereka. Ada yang larut dalam novel, ada yang
khusyuk membaca buku motivasi, ada pula yang menelusuri kisah-kisah rakyat
penuh hikmah. Keheningan yang tercipta bukan sekadar sunyi, melainkan tanda
lahirnya semangat literasi yang menyatu dalam kegiatan bulanan bernama
Galacita: Jejak Literasi Bulanan di SMAN 1 Cikampek.
Galacita
merupakan program literasi sekolah yang rutin diadakan sebulan sekali pada hari
Jumat pagi, sebelum bel pelajaran pertama berbunyi. Nama Galacita dipilih
sebagai simbol semangat untuk terus menapaki jejak literasi yang mendidik,
menyenangkan, dan membentuk karakter. Kegiatan ini selalu dilaksanakan di
lapangan sekolah agar seluruh siswa dapat terlibat dalam suasana yang terbuka,
penuh kebersamaan, dan bernuansa kekeluargaan.
Dalam
pelaksanaannya, Galacita melibatkan tim literasi sekolah. Setiap tim memiliki
pembimbing yang mendampingi siswa dalam mengatur jalannya kegiatan. Kehadiran
tim literasi beserta pembimbing membuat acara berlangsung lebih terarah,
tertib, dan penuh semangat.
Kegiatan
dimulai dengan sesi membaca mandiri. Setiap siswa membawa buku bacaan sesuai
minat mereka. Ada siswa yang lebih suka membaca cerita fiksi, ada pula yang
memilih buku motivasi untuk mendapatkan semangat baru, sementara yang lain
larut dalam buku pengetahuan populer. Tidak ada paksaan mengenai jenis buku,
karena sekolah ingin memberikan kebebasan agar siswa membaca dengan hati yang
senang. Setelah membaca, siswa diwajibkan menuliskan ringkasan isi bacaan dalam
buku ringkasan yang telah disediakan sekolah. Ringkasan ini menjadi bukti bahwa
mereka tidak hanya membaca, tetapi juga memahami isi bacaan.
Setelah
itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi. Beberapa siswa yang berminat
dipersilakan maju ke depan untuk menceritakan kembali isi buku yang mereka
baca. Meski awalnya beberapa siswa terlihat ragu, suasana segera mencair ketika
dukungan dari teman-teman dan guru diberikan. Perlahan, semakin banyak siswa
yang berani tampil. Momen ini sekaligus menjadi latihan berbicara di depan
umum, melatih rasa percaya diri, serta keterampilan menyampaikan ide dengan
bahasa yang runtut.
Suasana
semakin hidup ketika sesi diskusi dimulai. Para siswa diberi kesempatan
memberikan tanggapan, menambahkan informasi, atau bahkan mengaitkan bacaan
dengan pengalaman pribadi mereka. Diskusi ini sering kali menghadirkan sudut
pandang baru yang memperkaya pemahaman bersama. Dari diskusi yang sederhana,
siswa belajar bahwa membaca bukan hanya kegiatan individual, tetapi juga dapat
menjadi ruang interaksi yang mendorong pemikiran kritis dan kolaborasi.
Sebagai
penutup, Galacita menghadirkan penampilan kreasi siswa. Berbagai ekspresi ditampilkan
dengan penuh semangat, antara lain: pembacaan puisi, penampilan siswa yang
gemar menulis novel untuk berbagi pengalaman menulis sekaligus menceritakan
novel buatannya, mendongeng, serta penampilan menyanyi dari grup paduan suara
sekolah. Semua penampilan ini memperlihatkan bahwa literasi bukan hanya soal
membaca dan menulis, tetapi juga menyentuh aspek seni, imajinasi, dan
keterampilan berkomunikasi.
Program
Galacita memiliki tujuan yang sangat jelas. Pertama, menumbuhkan budaya membaca
di kalangan siswa yang semakin berkurang di era digital. Kedua, melatih
keterampilan menulis melalui ringkasan bacaan yang harus disusun setelah
membaca. Ketiga, melatih keterampilan berbicara dan kepercayaan diri siswa
ketika diminta menceritakan isi bacaan di depan teman-temannya. Keempat,
mengembangkan kreativitas melalui berbagai penampilan kreasi yang menjadi
penutup kegiatan. Dengan kata lain, Galacita bukan hanya program literasi,
tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa agar menjadi pribadi yang cerdas,
kritis, dan kreatif.
Galacita
bukan sekadar program bulanan yang wajib diikuti siswa, melainkan sebuah
gerakan literasi yang memiliki makna mendalam. Dari kegiatan ini, siswa belajar
mencintai buku, melatih keterampilan menulis, mengasah keberanian berbicara,
hingga mengekspresikan kreativitas mereka. Setiap Jumat pagi, lapangan SMAN 1
Cikampek menjadi saksi bagaimana literasi tumbuh subur di tengah generasi muda.
Dari
halaman-halaman buku yang dibaca, dari ringkasan yang ditulis, dari puisi yang
dibacakan, hingga pengalaman menulis novel yang dibagikan, lahirlah semangat
baru untuk terus belajar. Jejak literasi itu akan selalu membekas, membentuk
generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat.
Galacita adalah bukti bahwa literasi mampu menjadi cahaya yang menuntun siswa
menuju masa depan yang penuh inspirasi.
Komentar
Posting Komentar