DI BALIK KATA: ANATOMI SITUASI TUTUR DAN PRAGMATIK DALAM KOMUNIKASI MANUSIA
BELAJAR PRAGMATIK PERTEMUAN KE 5
Nama: Melinda Handayani
NPM: 2410631080150
Kelas: 4 B
Mata kuliah: Pragmatik
Dosen pengampu: Dr. Ade Kusnan Afandi, M.Pd.
Di Balik Kata: Anatomi Situasi Tutur dan Pragmatik dalam Komunikasi Manusia
Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu melakukan komunikasi. Melalui komunikasi, seseorang dapat menyampaikan informasi, perasaan, pendapat, maupun tujuan tertentu kepada orang lain. Namun, makna dari sebuah ujaran tidak selalu hanya ditentukan oleh kata-kata yang digunakan. Makna tersebut juga dipengaruhi oleh situasi, konteks, serta hubungan antara penutur dan lawan tutur.
Kajian yang mempelajari hubungan antara bahasa dan konteks ini disebut pragmatik. Pragmatik membantu kita memahami bahwa makna suatu ujaran sering kali bergantung pada kondisi saat ujaran tersebut disampaikan.
Situasi Tutur
Situasi tutur adalah kondisi atau keadaan tempat terjadinya komunikasi antara penutur dan lawan tutur. Situasi ini mencakup berbagai faktor sosial maupun psikologis yang memengaruhi proses komunikasi.
Dalam pragmatik, makna ujaran tidak hanya berasal dari kata-kata yang diucapkan, tetapi juga dari interaksi antara bahasa dan situasi yang melatarbelakanginya.
Contohnya adalah kalimat:
“Saya setuju.”
Kalimat tersebut dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada situasinya, misalnya dalam rapat, diskusi, atau percakapan santai. Oleh karena itu, situasi tutur sangat penting dalam menentukan makna ujaran.
Perbedaan Situasi Tutur dan Peristiwa Tutur
Dalam kajian pragmatik terdapat dua konsep penting, yaitu situasi tutur dan peristiwa tutur.
Situasi Tutur
Situasi tutur merupakan konteks umum atau latar tempat terjadinya komunikasi. Contohnya adalah acara pesta, rapat, makan malam keluarga, atau pertemuan resmi. Situasi tutur berfungsi sebagai wadah terjadinya komunikasi, tetapi belum tentu terjadi percakapan di dalamnya.
Peristiwa Tutur
Peristiwa tutur adalah aktivitas komunikasi yang benar-benar terjadi dalam situasi tersebut. Contohnya adalah percakapan, diskusi, pidato, atau debat. Peristiwa tutur memiliki tujuan tertentu, peserta yang terlibat, serta aturan dalam komunikasi.
Situasi tutur adalah kondisi atau keadaan tempat terjadinya komunikasi antara penutur dan lawan tutur. Situasi ini mencakup berbagai faktor sosial maupun psikologis yang memengaruhi proses komunikasi.
Dalam pragmatik, makna ujaran tidak hanya berasal dari kata-kata yang diucapkan, tetapi juga dari interaksi antara bahasa dan situasi yang melatarbelakanginya.
Contohnya adalah kalimat:
“Saya setuju.”
Kalimat tersebut dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada situasinya, misalnya dalam rapat, diskusi, atau percakapan santai. Oleh karena itu, situasi tutur sangat penting dalam menentukan makna ujaran.
Perbedaan Situasi Tutur dan Peristiwa Tutur
Dalam kajian pragmatik terdapat dua konsep penting, yaitu situasi tutur dan peristiwa tutur.
Situasi Tutur
Situasi tutur merupakan konteks umum atau latar tempat terjadinya komunikasi. Contohnya adalah acara pesta, rapat, makan malam keluarga, atau pertemuan resmi. Situasi tutur berfungsi sebagai wadah terjadinya komunikasi, tetapi belum tentu terjadi percakapan di dalamnya.
Peristiwa Tutur
Peristiwa tutur adalah aktivitas komunikasi yang benar-benar terjadi dalam situasi tersebut. Contohnya adalah percakapan, diskusi, pidato, atau debat. Peristiwa tutur memiliki tujuan tertentu, peserta yang terlibat, serta aturan dalam komunikasi.
Lima Aspek Konteks Menurut Geoffrey Leech
Menurut Geoffrey Leech, untuk memahami makna suatu ujaran diperlukan beberapa aspek konteks, yaitu:
1. Penutur dan Lawan Tutur
Penutur adalah orang yang menyampaikan pesan, sedangkan lawan tutur adalah orang yang menerima pesan tersebut. Hubungan sosial antara keduanya dapat memengaruhi cara berkomunikasi.
2. Konteks Tuturan
Konteks tuturan berkaitan dengan pengetahuan bersama yang dimiliki oleh penutur dan pendengar sehingga mereka dapat memahami maksud dari ujaran yang disampaikan.
3. Tujuan Tuturan
Setiap komunikasi memiliki tujuan tertentu, misalnya untuk memberi informasi, mempengaruhi orang lain, atau menyampaikan pendapat.
4. Tindak Tutur
Dalam pragmatik, ujaran dipandang sebagai sebuah tindakan yang memiliki dampak tertentu terhadap lawan tutur.
5. Situasi Komunikasi
Situasi komunikasi meliputi kondisi atau keadaan yang melatarbelakangi terjadinya interaksi antara penutur dan lawan tutur.
Model SPEAKING dari Dell Hymes
Dell Hymes mengembangkan model SPEAKING untuk menganalisis peristiwa tutur dalam masyarakat. Model ini terdiri dari beberapa unsur penting, yaitu:
• S (Setting and Scene)
Tempat dan waktu terjadinya komunikasi serta suasana yang menyertainya.
• P (Participants)
Orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik penutur maupun pendengar.
• E (Ends)
Tujuan atau hasil yang ingin dicapai dari komunikasi.
• A (Act Sequence)
Urutan atau bentuk pesan yang disampaikan dalam komunikasi.
• K (Key)
Nada atau cara penyampaian pesan, misalnya serius, santai, atau bercanda.
• I (Instrumentalities)
Media atau saluran komunikasi yang digunakan, seperti bahasa lisan atau tulisan.
• N (Norms)
Aturan atau norma yang mengatur jalannya komunikasi dalam masyarakat.
• G (Genre)
Jenis komunikasi yang dilakukan, misalnya pidato, diskusi, atau percakapan santai.
Model ini membantu kita memahami bagaimana komunikasi berlangsung dalam berbagai konteks sosial.
Makna Ilokusi dalam Tuturan
Menurut Geoffrey Leech, untuk memahami makna suatu ujaran diperlukan beberapa aspek konteks, yaitu:
1. Penutur dan Lawan Tutur
Penutur adalah orang yang menyampaikan pesan, sedangkan lawan tutur adalah orang yang menerima pesan tersebut. Hubungan sosial antara keduanya dapat memengaruhi cara berkomunikasi.
2. Konteks Tuturan
Konteks tuturan berkaitan dengan pengetahuan bersama yang dimiliki oleh penutur dan pendengar sehingga mereka dapat memahami maksud dari ujaran yang disampaikan.
3. Tujuan Tuturan
Setiap komunikasi memiliki tujuan tertentu, misalnya untuk memberi informasi, mempengaruhi orang lain, atau menyampaikan pendapat.
4. Tindak Tutur
Dalam pragmatik, ujaran dipandang sebagai sebuah tindakan yang memiliki dampak tertentu terhadap lawan tutur.
5. Situasi Komunikasi
Situasi komunikasi meliputi kondisi atau keadaan yang melatarbelakangi terjadinya interaksi antara penutur dan lawan tutur.
Model SPEAKING dari Dell Hymes
Dell Hymes mengembangkan model SPEAKING untuk menganalisis peristiwa tutur dalam masyarakat. Model ini terdiri dari beberapa unsur penting, yaitu:
• S (Setting and Scene)
Tempat dan waktu terjadinya komunikasi serta suasana yang menyertainya.
• P (Participants)
Orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik penutur maupun pendengar.
• E (Ends)
Tujuan atau hasil yang ingin dicapai dari komunikasi.
• A (Act Sequence)
Urutan atau bentuk pesan yang disampaikan dalam komunikasi.
• K (Key)
Nada atau cara penyampaian pesan, misalnya serius, santai, atau bercanda.
• I (Instrumentalities)
Media atau saluran komunikasi yang digunakan, seperti bahasa lisan atau tulisan.
• N (Norms)
Aturan atau norma yang mengatur jalannya komunikasi dalam masyarakat.
• G (Genre)
Jenis komunikasi yang dilakukan, misalnya pidato, diskusi, atau percakapan santai.
Model ini membantu kita memahami bagaimana komunikasi berlangsung dalam berbagai konteks sosial.
Makna Ilokusi dalam Tuturan
Dalam pragmatik, yang penting bukan hanya arti kata secara langsung, tetapi juga tujuan sebenarnya dari sebuah ujaran. Hal ini disebut sebagai makna ilokusi.
Sebagai contoh kalimat:
“Pintunya terbuka.”
Kalimat tersebut dapat memiliki beberapa makna tergantung pada situasi, misalnya:
• Menyampaikan informasi bahwa pintu dalam keadaan terbuka
• Meminta seseorang menutup pintu
• Memberikan peringatan tentang suatu keadaan
Makna sebenarnya hanya dapat dipahami dengan melihat konteks komunikasi.
Faktor yang Mempengaruhi Cara Berbicara
Dalam komunikasi, seseorang biasanya mempertimbangkan beberapa faktor sebelum berbicara, yaitu:
• Jarak Sosial
Hubungan antara penutur dan lawan tutur, apakah dekat atau tidak.
• Kekuasaan
Perbedaan status atau kedudukan sosial antara penutur dan lawan tutur.
• Beban Permintaan
Seberapa besar permintaan yang disampaikan kepada lawan bicara.
Faktor-faktor tersebut mempengaruhi tingkat kesopanan dan cara penyampaian bahasa dalam komunikasi.
Pragmatik merupakan kajian yang mempelajari makna bahasa berdasarkan konteks penggunaannya dalam komunikasi. Dalam pragmatik, makna ujaran tidak hanya ditentukan oleh kata-kata, tetapi juga oleh situasi, hubungan sosial, serta tujuan komunikasi. Dengan memahami pragmatik, seseorang dapat menggunakan bahasa dengan lebih tepat dan menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai situasi tutur dan konteks komunikasi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Komentar
Posting Komentar